Angkong Jadi Andalan Satgas TMMD 125 Kodim Surakarta
Angkong atau gerobak dorong jadi alat utama Satgas TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta dalam pembangunan saluran air sepanjang 586 meter di Karangasem, Laweyan. Efisien, lincah, dan multifungsi di medan sempit.
TOPIKPUBLIK.COM - SURAKARTA – Dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta, sebuah alat sederhana namun sangat vital menjadi pusat perhatian di lokasi kegiatan fisik, khususnya dalam pembangunan saluran air sepanjang 586 meter yang berlokasi di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Alat tersebut adalah angkong atau gerobak dorong manual.
Pada hari ini, Selasa (29 Juli 2025), terlihat jelas sinergi antara anggota Satgas TMMD dan warga masyarakat setempat saat melangsir adonan cor beton menggunakan angkong menuju titik pembangunan saluran air. Pemandangan ini memperlihatkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas TMMD, serta menunjukkan peran penting alat tradisional dalam mendukung infrastruktur desa.

Kopda Heru, salah satu personel Satgas TMMD, mengungkapkan bahwa angkong memiliki keunggulan dibandingkan alat angkut lainnya. Dengan bentuknya yang kecil dan ramping, angkong mampu melintasi medan sempit yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan besar maupun gerobak bermesin.
“Dengan bodi yang lincah dan mudah dikendalikan, angkong menjadi solusi efektif untuk membawa material, termasuk adukan beton, ke lokasi yang sulit dijangkau. Bahkan, hampir semua sasaran fisik TMMD memanfaatkan alat ini karena fungsinya yang praktis dan efisien,” jelas Kopda Heru.
Ia menambahkan bahwa penggunaan angkong dalam kegiatan TMMD bukan hanya soal kemudahan teknis, tetapi juga soal efisiensi tenaga dan waktu.
“Gerobak dorong ini membantu mempercepat distribusi material seperti pasir, semen, dan batu split. Selain hemat biaya, penggunaannya juga memudahkan kerja tim lapangan, apalagi di area sempit dan berlumpur,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa angkong termasuk alat kerja multifungsi, yang tak hanya berfungsi sebagai pengangkut bahan material, tetapi juga sebagai pendukung kelancaran proyek fisik TMMD di wilayah tersebut.

“Angkong memang sederhana, tapi sangat berperan penting dalam pelaksanaan program TMMD ini. Dari proses pengadukan hingga pelangsiran material ke saluran air, semua bisa dilakukan dengan alat ini,” pungkas Kopda Heru.
Program TMMD Reguler ke-125 ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik seperti infrastruktur saluran air dan jalan lingkungan, tetapi juga memupuk nilai-nilai kemanunggalan TNI dan rakyat. Kolaborasi dengan warga, pemanfaatan alat sederhana namun strategis seperti angkong, hingga kerja keras tanpa pamrih menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membangun desa dari pinggiran.























